BAB I
PROSPEK DAN PERSPEKTIF SISTEM INFORMASI
A. SISTEM INFORMASI DALAM MULTINUANSA
Fathul Wahid: Sebuah Perspektif Bidang Kajian Sistem Informasi Konsep, Teori, Proses & Aplikasinya
SISTEM INFORMASI DALAM NUANSA DULU
Perkembangan awal sistem informasi dua dekade yang lalu, para ahli sistem informasi menganggap bahwa sistem informasi adalah disiplin terapan yang didasarkan pada bidang ilmu lain yang lebih fundamental dan merupakan disiplin acuan (Baskerville dan Myers, 2002). Keen (1980) menyatakan bahwa sistem informasi adalah disiplin terapan yang didasarkan pada disiplin acuan (reference discipline). Karena disiplin acuan lebih matang dari pada sistem informasi, maka para peneliti sistem informasi dapat meminjam dan mempelajari teori, metode, dan contoh dari penelitian-penelitian berkualias dalam bidang disiplin acuan.
sistem informasi utamanya didasarkan pada bidang rekayasa atau teknik, ilmu komputer, teori sistem sibernetik, matematika, sains manajemen, dan teori keputusan perilaku (behavioural decision theory). Pada awalnya, pada ahli di bidang sistem informasi mempunyai latar belakang pendidikan dalam disiplin-disiplin ini. Sehingga, tidak mengherankan, jika disiplin-disiplin ini dianggap mendasari sistem informasi (Keen, 1980; Mendelson et al., 1987).
SISTEM INFORMASI DALAM KONDISI KINI
perkembangan dalam bidang penelitian sistem informasi telah menjadikannya mempunyai tradisi penelitian tersendiri Baskerville dan Myers (2002). Lee (1991) mendifinisikan lingkung kajian dan perspektif dalam penelitian sistem informasi lebih dari sekedar menguji sistem teknologi, atau sistem sosial, atau bahkan dua-duanya, tetapi penelitian dalam bidang ini juga menginvestigasi fenomena yang muncul ketika kedua sistem berinteraksi. Hal inilah yang membedakan pespektif.
Davis (2000) mengidentifikasi lima bidang kajian yang berkembang dalam bidang sistem informasi.
Sistem informasi menyebar ke banyak bidang seperti pertanian, manufaktur, jasa, pendidikan, kesehatan, pertahanan, dan pemerintahan. Fenomena dimana teknologi dan sistem informasi dengan cepat menjadi bagian dari masyarakat menjadikan banyak disiplin ilmu menaruh perhatian pada teknologi ini. Peneliti dalam bidang lain menyadari bahwa banyak hal yang terjadi karena pengaruh teknologi informasi.
Contoh konsep, teori, proses, dan aplikasi
1. Proses manajemen sistem informasi
· Perencanaan strategik untuk infrastuktur dan aplikasi
· Evaluasi sistem informasi pada sebuah organisasi
· Manajemen personel sistem informasi
· Manajemen fungsi dan operasi sistem informasi
2. Proses pengembangan sistem informasi
· Manajemen proyek sistem informasi
· Manajemen resiko proyek sistem informasi
· Organisasi dan partisipasi dalam proyek
3. Konsep pengembangan sistem informasi
· Konsep metode
· Konsep sosio-teknikal
· Konsep kesalahan dan pendeteksian kesalahan
· Konsep pengujian untuk sistem sosio-teknikal yang kompleks
· Konsep kualitas sistem informasi
4. Representasi dalam sistem informasi
· Konsep basisdata dan basis pengetahuan
· Representasi “dunia nyata”
· Pengkodean
· Penyimpanan, pemanggilan kembali, dan transmisi
· Penelusuran kejadian (event)
· Representasi perubahan kejadian
· Representai struktur sistem
5. Sistem aplikasi
· Manajemen pengetahuan
· Sistem pakar
· Sistem pendukung keputusan dan sistem pendukungan keputusan untuk grup
· Sistem kerjasama dan tim maya
· Kerja-jarak-jauh (telecommuting) dan sistem kerja tersebar
· Sistem rantai pasokan (supply chain)
· Sistem enterprise resource planning
· Sistem antar- dan dalam organisasi
· Sistem pelatihan
· Sistem e-commerce
· Sitem pendukung konsumen
Sumber: Baskerville dan Myers (2002) dan Davis (2000).
Posisi disiplin sistem informasi sejalan dengan definisi yang dikembangkan oleh Association for Computing Machinery (ACM), Association for Information Systems (AIS) dan Association of Information Technology Professionals (AITP). Sebagai sebuah disiplin, sistem informasi mepunyai dua bidang kajian (G. B. Davis et al., 1997):
- akuisisi, penggunaan, dan manajemen sumberdaya dan layanan teknologi informasi; dan
- pengembangan dan evolusi infrastruktur dan sistem teknologi untuk mendukung proses bisnis dalam organisasi.
SISTEM INFORMASI DALAM NUANSA AKAN DATANG
KNSI adalah satu-satunya konferensi nasional yang mengkhusukan dalam kajian sistem informasi. sistem informasi masih sering diartikan secara sempit. Saya berharap, KNSI dapat menjadi sebuah forum ilmiah yang dapat menghadirkan perspektif yang benar terkait ruang lingkup kajian sistem informasi. seharusnya kajian terhadap teknologi informasi tidak lepas dari konteks, baik dalam konteks individual, organisasi, dan sosial.
Sumber:
Fathul Wahid, ST., M.Sc. (Dosen/Staf Pengajar Bidang Sistem Informasi, Jurusan Teknik Informatika FTI UII dan Dekan Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta)
B. EVALUASI, REVOLUSI, DAN TENDENSI SISTEM INFORMASI
1. EVOLUSI SISTEM INFORMASI
Perubahan atas sistem informasi tersebut menyentuh tiga sisi perubahan: sistem, kolaborasi kelompok, dan organisasi, yang disebut dengan the three facets of information systems.
Sisi Kolaborasi Kelompok biasanya berkaitan dengan para pengguna yang bekerja dengan proses-proses yang sejenis (misalnya menangani order pembelian barang) atau aktivitas-aktivitas yang bersifat ad-hoc ( seperti menyusun laporan-laporan). Dalam melakukan kegiatan tersebut, manusia saling mengkoordinasikan aktivitasnya, bersifat adptif terhadap gangguan-gangguan, dan ada proses berlatih melalui diskusi dan kegiatan-kegiatan pembelajaran lainnya. Sifat alami sisi ini adalah fluktuasinya yang tinggi dan sulit diprediksi polanya karena harus berurusan dengan cara manusia dalam berkomunikasi dan memecahkan persoalan.
Sisi Organisasi menempatkan model organisasi sebagai rujukan utama, dan semua implementasi teknologi akan mengacu pada model tersebut. Sifatnya top-down, dengan tujuan organisasi menjadi benchmark apakah sistem informasi bisa memecahkan persoalan yang dihadapi. Implementasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) banyak mengadopsi sudut pandang ini. Tetapi kita masuk kepada penjabaran yang lebih rinci.
Sisi Sistem merupakan sudut pandang dari aspek teknis teknologi informasi. Pada sisi ini sudah berbagai upaya yang dilakukan para ahli dan praktisi teknologi informasi untuk membangun sistem komputer yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap perubahan-perubahan kebutuhan dan spesifikasi.
Ada empat pilar perubahan dalam teknologi informasi yang pada akhirnya juga mempengarui sistem informasi secara umum.
1. Telekomunikasi
Perkembangan teknologi informasi dan konvergensi media komunikasi telah berkembang lebih jauh lagi bukan hanya sekedar layanan Plain Old Telephone System (POTS) melainkan beralih menjadi layanan berbasis Teknologi Informasi terutama bagi pengembangan IP Based Telephony, Asynchronous Digital Subscriber Line (ADSL) dan Video Digital Subscriber Line (VDSL) sebagai tulang punggung komunikasi berpita lebar (Broadband).
2. Storage Devices
peneliti IBM menguji dampak yang berlipat ganda (multiplying) dari trend tersebut. Pertama, peneliti memperhitungkan berapa banyak data yang mungkin di Internet saat ini. Mereka memperkirakan satu petabyte informasi – 1015 byte – atau ratusan kali dari jumlah informasi di perpustakaan terbesar dunia yaitu the Library of Congress.
3. Desktop Computing
terjadi pergeseran yang signifikan, dari penggunaan komputer derngan kemampuan dan kapasitas yang besar (misal mainframe) untuk melakukan berbagai aktifitas, menjadi pemanfaatan kemampuan dari sekumpulan komputer dengan kemampuan yang kecil.
4. Internet
Internet hanya membutuhkan 30 tahun untuk berkembang menjadi teknologi yang universal. Diketahui pada akhir 1960-an, Departemen Pertahan Amerika Serikat membiayai penelitian pertama untuk Internet.









- REVOLUSI SISTEM INFORMASI
revolusi komunikasi merupakan perpaduan antara munculmya teknologi yang baru dan peningkatan teknologi yang lama.
Sebagai contoh adalah teknologi PC terkini yang bisa menghasilkan karya multimedia yang menarik. Optical disk kini bisa menampung data yang sangat banyak, serta satelit yang memudahkan komunikasi antarpribadi.
Sistem komunikasi tidak hanya terbatas mengenai pertukaran sistem informasi. Namun juga termasuk alat komunikasi yang kita gunakan, aplikasinya, serta implikasi yang muncul dari proses produksi, manipulasi, dan pertukaran informasi.
Dengan adanya sistem informasi maka manusia mulai terbiasa menggunakan komputer untuk menyelesaikan masalah. Akibatnya terbentuklah masyarakat yang berbasis pada informasi (information society). Masyarakat informasi ini membentuk pekerjaan baru seperti web designer yang dapat menggunakan jaringan internet untuk mengambil informasi dari database computer.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi baru informasi dan komunikasi ini memiliki pengaruh pada struktur sosial masyarakat. Teknologi ini menyebabkan ketergantungan terhadap sistem yang telah terotomatisasi seperti itu. Masyarakat mulai mengalami dehumanisasi karena pasar dibanjiri oleh komputer dan dikontrol oleh sistem komputer.
Revolusi komunikasi dan sistem informasi juga menyebabkan lahirnya kelas. Hal ini terjadi saat masyarakat tidak memiliki informasi serta kemampuan dalam mengakses serta menggunakan teknologi komputer. Bahkan muncul paradoks yang menyatakan bahwa saat sebagian masyarakat menikmati perkembangan teknologi informasi yang memudahkan mereka, sebagian masyarakat lain bahkan tidak mampu menggunakannya, seperti masyarakat desa dan pedalaman misalnya.
Pada akhirnya kurangnya skill yang sangat dibutuhkan dalam era baru komunikasi ini, akan membuat sebagian masyarakat terpinggirkan. Dalam dunia kerja. Mereka tidak dapat bersaing dengan kandidat lainnya karena dibutuhkan kemampuan penggunaan komputer.
Namun, revolusi komunikasi dan sistem informasi disisi lain juga memiliki dampak positif. Misalnya, teknologi komunikasi bisa meningkatkan fasilitas kesehatan dalam dunia kedokteran, yakni meningkatkan teknik pencitraan. Contoh lain, teknologi bisa membantu orang yang kurang pendengarannya dengan alat bantu dengar, untuk mendapatkan komunikasi yang lebih baik dengan dunia disekitarnya.
Fondasi Teknis Sistem Informasi Modern
Jika kita membahas mengenai revolusi komunikasi dan sistem informasi maka tidak akan lepas dari perkembangan teknologi digital. Pada awalnya sebelum revolusi komunikasi, berbagai alat komunikasi masing menggunakan teknologi analog. Contohnya mikrofon, telepon, serta kamera.
Sistem informasi dengan teknologi digital memiliki banyak keuntungan.
Pertama, sinyal digital kompatibel dengan komputer sehingga kita dapat mengakses dan memproses data dengan mudah. Kita bisa memanipulasi kode informasi digital seperti gambar video, menduplikasi informasi.
Kedua, teknologi digital bisa di-multiplexing atau berbagi saluran sehingga hemat dalam biaya dan efisiensi tenaga kerja. Dengan sistem multiplexing digital cepat, efisien dan bersih kualitas sinyalnya.
Ketiga, keutuhan sinyal digital sangat kuat sehingga walaupun dikirimkan dari jauh dan telah melewati banyak medium, sinyal digital tetap utuh dan tidak mudah terganggu oleh noise.
Keempat, sistem digital merupakan medium komunikasi yang fleksibel. Informasi melalui sistem digital dapat membawa informasi mulai dari data komputer hingga audio atau video digital.
Kelima, perangkat teknologi digital lebih murah dan efisien karena lebih stabil dan tidak terlalu membutuhkan pemeliharaan khusus.
Akan tetapi teknologi digital bukan tanpa kelemahan. Proses digital bisa menimbulkan error jika tidak cukup level yang digunakan untuk merepresentasikan sinyal analog.
- TENDENSI SISTEM INFORMASI
Menurut Alter (1992) ada banyak sisi yang mengalami perkembangan dengan cepat tetapi ada juga yang masih tertinggal. Kecenderungan teknologi terhadap sistem informasi adalah :
- Peningkatan kecepatan dan kapasitas komponen-komponen elektronik
- Ketersediaan informasi dalam bentuk digital semakin banyak
- Portabilitas peralatan-peralatan elektronis semakin meningkat
- Ketidakmampuan mengotomasikan logika masih berlanjut
Kamera digital dengan ukuran yang sama dengan kamera analog atau malah lebih kecil dapat digunakan untuk merekam obyek dengan kualitas gambar lebih tinggi hingga ratusan buah, yang disimpan pada kartu memori yang berukuran sangat kecil. Sebuah CD-ROM dapat digunakan untuk menyimpan ratusan buku teks. Notebook memungkinkan mereka yang sedang berpergian tetap bisa berinteraksi dengan komputer,dan bahkan dengan melalui handphone,komunikasi data ketempat lain juga tetap dapat dilakukan, tidak terkendala oleh lokasi.
Kini, konektivitas (kemampuan untuk mengirimkan data diantara peralatan-peralatan berkomputer) tak hanya mencakup areal lokal, tetapi juga bisa mencapai kebelahan bumi mana saja. Dengan menggunakan telepon genggam, pengaksesan terhadap surat-surat elektronik (e-mail) dapat dilakukan. Melalui video konferensi,perbincangan jarak jauh yang disertai dengan wajah-wajah orang yang sedang bercakap-cakap dapat dilakukan tidak terkendala oleh lokasi. Pengoperasian komputer dari waktu-kewaktu semakin mudah, sayangnya masih ada hal yang tertinggal. Sekalipun disiplin ilmu komputer berkembang dengan pesat termasuk bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence), sampai saat ini masih sulit untuk menanamkan logika yang dimiliki manusia ke komputer.
C. SISTEM INFORMASI DALAM NUANSA GLOBAL
sistem informasi tidak harus melibatkan komputer. Sistem Informasi yang menggunakan komputer biasa disebut sistem informasi berbasis komputer (Computer-Based Information Systems atau CBIS).
Sejalan dengan perkembangan sistem informasi, disiplin acuan sistem informasi menjadi semakin banyak. Disiplin acuan sistem informasi dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori (Baskerville dan Myers, 2002):
- Teori fundamental (fundamental theory). Yang termasuk dalam kategori ini antara lain adalah ilmu sistem.
- Disiplin dasar (undelying disciplines). Termasuk dalam kategori ini di antaranya adalah ilmu politik, psikologi, dan sosiologi.
- Disiplin terapan yang terkait (related applied discplines). Ilmu komputer, akuntansi, keuangan, manajemen, dan sains manajemen adalah contoh disiplin yang masuk dalam kategori ini.
Daftar disiplin acuan sistem informasi semakin panjang sejalan dengan perkembangannya, seperti arsitektur (Lee, 1991), ekonomi (Bakos dan Kemerer, 1992), dan antropologi (Avison dan Myers, 1997).
Menurut Baskerville dan Myers (2002), hanya sedikit ahli sistem informasi yang mempertanyakan kembali asumsi yang menyatakan bahwa sistem informasi didasarkan pada disiplin lain yang menjadi acuan dan lebih fundamental, dan sebaliknya, sistem informasi tidak mempunyai tradisi penelitian sendiri.
BAB II
FUNDAMENTAL SISTEM INFORMASI DALAM TATANAN
ON LINE & OFF LINE
A. KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI.
Konsep Dasar Sistem
Sistem : kumpulan dari unsur/elemen-elemen yang saling berkaitan/berinteraksi dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Contoh :
· Sistem Komputer terdiri dari : Software, Hardware, Brainware.
· Sistem Akuntansi, dll
Menurut Jerry FithGerald
sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Menurut Ludwig Von Bartalanfy
Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.
Menurut Anatol Raporot
Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain
Menurut L. Ackof
Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya
Pengertian sistem secara umum, yaitu :
a. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur.
b. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.
c. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.
d. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.
Informasi : data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan
dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi == input - proses – output.
Definisi Sistem Informasi
a. Suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya.
b. Sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisas.
c. Sekumpulan prosedur manual atau terkomputerisasi yang mengumpulkan/mengambil, mengolah, menyimpan dan menyebarkan informasi dalam mendukung pengambilan dan kendali keputusan.
d. Sekelompok orang, prosedur, input, output dan pengolahannya secara bersama-sama menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan bagi penggunanya”
Menurut Robert A. Leitch.
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan- laporan yang diperlukan
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan.
Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang
menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.
menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.
Sistem informasi adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data.
Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.
Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.
Sistem Informasi adalah Proses yang menjalankan fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk kepentingan tertentu; kebanyakan SI dikomputerisasi.
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.
Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user)
Sistem informasi adalah sistem yang saling berhubungan dan terintegrasi satu dengan yang lain dan bekerja sesuai dengan fungsinya untuk mengatur masalah yang ada.
Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat-keputusan manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.
Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang saling berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user).
Menurut Mc leod
Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi “
Menurut Robert A.Leitch dan K. Roscoe Davis,
sistem informasi adalah,” Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi, menyediakan kepada pihak luar akan laporan-laporan yang diperlukan”.
Berikut beragam definisi sistem informasi yang lain:
1. Turban, McLean, dan Wetherbe (1999)
Sistem informasi adalah sebuah sistem informasi yang mempunyai fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.
2. Bodnar dan HopWood (1993)
Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.
3. Alter (1992)
Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah perusahaan.
Sistem informasi harus mempunyai beberapa sifat seperti :
· Pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai
· Manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan
· Keluwesan. Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi
· Kepuasan pemakai. Hal yang paling penting adalah pemakai mengetahui dan puas terhadap sistem informasi.
B. JENIS DAN SUMBER DAYA SISTEM INFORMASI
Jenis Sistem Informasi
Objektif
- Mengenal berbagai sistem informasi dari berbagai sudut pandang
- Memahami secara singkat proses berbgai jenis sistem informasi
- Memahami manfaat masing-masing jenis sistem informasi
Cara pandang pengklasifikasi SI
- Level Organisasi
- Area Fungsional
- Dukungan yang diterima
- Arsitektur
Sistem Informasi menurut Level Organisasi
- Sistem informasi departemen
- Contoh : Sistem Informasi SDM (HRIS)
- Sistem informasi perusahaan (enterprise information system)
- Contoh : sistem informasi perguruan tinggi
- Sistem informasi antarorganisasi
- Contoh : eCommerce
Sistem Informasi Fungsional
- Sistem informasi berdasarkan area fungsional
- Ditujukan untuk memberikan informasi bagi kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam perusahaan.
Contoh :
- Sistem Informasi Akuntansi
- SI yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi akuntansi (departemen/bagian Akuntansi)
- Mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan
- Sistem Informasi Keuangan
- SI yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan yang menyangkut keuangan perusahaan.
- Misal : Cash Flow dan informasi pembayaran
Klasifikasi SI berdasarkan fungsi (Jeffrey L. Whiiten)
- Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing System/TPS)
- Sebuah sistem yang meng-capture dan memproses data transaksi bisnis. Misalnya: pesanan, kartu absensi, pembayaran, KRS, reservasi dll
- Sistem Informasi Manajemen (Managemen Information System/MIS)
- Sistem informasi yang menyediakan pelaporan yang berorientasi manajemen berdasarkan pemrosesan transaksi dan operasi organisasi.
- Sistem Pendukung Keputusan (Decissin Support System/DSS)
- Sistem informasi yang menindentifikasi berbagai alternatif keputusan atau menyediakan informasi untuk membantu pembuatan keputusan.
- Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System/EIS)
- Sistem informasi yang diperuntukkan oleh manajer eksekutif untuk mendukung perencanaan bisnis dan menilai performa rencana tersebut.
- Sistem Pakar (Expert System)
- Sistem informasi yang meng-capture dan menghasilkan kembali pengetahuan ahli pemecahan masalah atau para pengambil keputusan dan mensimulasikan kembali “pemikiran” ahli tersebut.
- Sistem Komunikasi dan Kolaborasi (Communication and Collaboration System)
- Sistem yang memungkinkan komunikasi lebih efektif antara orang-orang dalam maupun luar organisasi untuk meningkatkan kemampuan berkolaborasi.
- Sistem Otomatisasi Kantor (Office Automation System)
- Sistem informasi yang mendukung aktifitas bisnis kantor secara luas yang menyediakan aliran kerja yang diperbaiki antar personil.
Sistem Informasi berdasarkan dukungan yang tersedia
- Sistem Pemrosesan Transaksi (transaction processing system atau TPS)
- Sistem Informasi Manajemen(management information system atau MIS)
- Sistem Otomasi Perkantoran (office automation system atau OAS)
- Sistem Pendukung Keputusan (decission support system atau DSS)
- Sistem Informasi Eksekutif (executive information systematau EIS)
- Sistem Pendukung Kelompok (group support system atau GSS)
- * Sistem Pendukung Cerdas (intelligent support system atau ISS)
SUMBER DAYA SISTEM INFORMASI
a. Sumber Daya Manusia
End User Computing (EUC)
· Adalah user yang dapat mengembangkan aplikasi komputer yang digunakan.
EUC berkembang karena empat pengaruh :Meningkatnya pengetahuan tentang komputer Berbagai tingkatan manajement, terutama ditingkat bawah, diisi oleh orang-orang yang mengerti komputer dengan baik.
· Antrian jasa informasi
· Perangkat keras yang murah
Pemakai dapat memperoleh perangkat keras mereka sendiri dengan memesan pada tempat komputer local melalui telepon dan membayarnya dengan harga yang murah.
· Perangkat lunak jadi
Menawarkan dukungan peningkatan dan kemudahan penggunaan dan memampukan perusahaan dan user individu dengan sedikit atau tanpa keterampilan komputer untuk menerapkan sistem berbasis komputer.
· Spesialis Informasi
Spesialis Informasi bertanggung jawab mengembangkan dan memelihara sistem berbasis computer.
Ada lima golongan utama spesialis informasi yaitu :
a. Analis system
Analis sistem bekerjasama dengan user mengembangkan sistem baru dan memperbaiki sistem sekarang yang ada. Analis sistem adalah pakar dalam mendefinisikan masalah dan menyiapkan dokumentasi tertulis mengenai cara computer membantu pemecahan masalah.
b. Fungsi analis system
Mengidentifikasikan kebutuhan pengguna.
Menyatakan secara spesifik sasaran yang harus dipakai untuk memenuhi kebutuhan pengguna.
Memilih alternative metode pemecahan masalah yang paling tepat.
Merencanakan dan menerapkan rancangan computer.
Merencanakan dan menerapkan rancangan computer.
Tugas yang harus dilakukan oleh analis system
Mengumpulkan dan menganalisis dukumen-dokumen, file-file dan formulir yang berkaitan dengan sistem untuk merancang sistem yang baru.
Menyusun dan memberikan rokumendasi berdasarkan data-data yang sudah terkumpul
Menyusun dan memberikan rokumendasi berdasarkan data-data yang sudah terkumpul
Merancang suatu sistem perbaikan dan mengidentifikasikan aplikasi-aplikasiuntuk penerapannya pada computer.
Menganalis dan menyusun biaya-biaya dan keuntungan dari sistem yang baru
Mengawasi kegiatan dari penerapan sistem yang baru.
Mengawasi kegiatan dari penerapan sistem yang baru.
c. Pengelola database
Pengelola database bekerja sama dengan user dan analis sistem menciptakan database yang berisi data yang diperlukan untuk menghasilkan informasi yang diperlukan bagi user.
Spesialis jaringan
Spesialis jaringan bekerja sama dengan analis sistem dan pemakai membentuk jaringan komunikasi data yang menyatukan berbagai sumber daya computer yang tersebar.
d. Programmer
Programmer menggunakan dokumentasi yang disiapkan oleh analis sistem untuk membuat kode intruksi-intruksi yang menyebabkan computer yang mengubah data menjadi informasi yang diperlukan user.
Programmer menggunakan dokumentasi yang disiapkan oleh analis sistem untuk membuat kode intruksi-intruksi yang menyebabkan computer yang mengubah data menjadi informasi yang diperlukan user.
Tugas seorang programmer
Tanggung jawab yang terbatas pada pembuatan program computer (coding).
Pengetahuan yang cukup terbatas pada teknologi computer, sistem computer, utilitas dan bahasa-bahasa program yang diperlukan.
Pengetahuan yang cukup terbatas pada teknologi computer, sistem computer, utilitas dan bahasa-bahasa program yang diperlukan.
Pekerjaan programmer sifatnya teknis dan harus tepat dalam pembuatan intrusi-intruksi program.
Pekerjaan tidak menyangkut hubungan dengan banyak orang, terbatas pada sesame pemprogram dan analis sistem yang mempersiapkan rancang bangun (spesifikasi) program.
e. Operator
Operator mengoperasikan peralatan computer berskala besar seperti mainframe. Operator memantau monitor, mengelola disk storage, dan lain-lain.
b. Sumber Daya Hardware
· Sistem computer
Adalah suatu kumpulan dari elemen-elemen yang terdiri dari hardware, software, Brainware yang saling berhubungan berintegrasi untuk mencapai tujuan yang sama.
· Periperal
· Sumber Daya Software
1. Software system Adalah Program yang berisi perintah untuk melakukan pengolahan data.
2. Software Aplikasi Paket aplikasi Word Star, dBase-II, Lotus 1-2-3, dll. MS-Word, MS-Excell, MS-Power Point, dll.
3. Prosedur
4. Sumber Daya Data
a. Database
Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan pada hardware computer dan digunakan software untuk manipulasinya dan merupakan kumpulan dari beberapa file.
Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan pada hardware computer dan digunakan software untuk manipulasinya dan merupakan kumpulan dari beberapa file.
b. Basis Pengetahuan
5. Sumber Daya Network
a. Media Komunikasi
Tiga buah elemen untuk komunikasi data :
· Transmisi data :
· Media Transmisi (kabel, Satelit Sistem, Laser sistem)
Kapasitas Channel Transmisi (Voice Band, Wideband)
Tipe Channel Transmisi (One-Way, Either-Way, Both-Way)
Kode Transmisi (ASCII code, SBCDIC code) Mode Transmisi (serial, Synchronous)
Kapasitas Channel Transmisi (Voice Band, Wideband)
Tipe Channel Transmisi (One-Way, Either-Way, Both-Way)
Kode Transmisi (ASCII code, SBCDIC code) Mode Transmisi (serial, Synchronous)
· Protocol : Suatu kumpulan dari aturan yang berhubungang dari komunikasi data. Diposkan oleh Dewi Susanti di 02:06
BAB III
PERANGKAT KOMPONEN SISTEM INFORMASI
1. HARDWARE & SOFTWARE
PENGERTIAN HARDWARE dan SOFTWARE
pengertian Hardware dan Software adalah sebagai berikut :
Hardware adalah perangkat keras dan software adalah perangkat lunak. Itu terjemahannya. Tapi bisa juga kita artikan sebagai berikut: Hardware/Perangkat keras adalah sebuah alat/benda yang kita bisa lihat, sentuh, pegang dan memiliki fungsi tertentu. Secara fisik ada wujudnya. Ada bentuknya.
Perangkat Hardware terdiri atas 3 jenis, yaitu:
1. Perangkat masukan (Input device)
Perangkat masukan berfungsi untuk memasukkan data, baik berupa teks, foto, maupun gambar ke dalam komputer.Contoh perangkat input misalnya keyboard, mouse, light-pen, scanner, dan sebagainya.
2. Perangkat keluaran (Output device)
perangkat keluaran dipergunakan untuk menampung dan menghasilkan data yang dikeluarkan, misalnya monitor dan printer.
3. Perangkat pengolah data (Processor)
Perangkat pengolah data dipergunakan untuk mengolah data.Pengolah data meliputi unit pengolah pusat (CPU/Central Processing Unit) dan juga mikroprosesor.
Macam-macam perangkat keras (hardware):
1. CPU (Central Processing Unit)
Merupakan alat yang berfungsi sebagai pemroses data.CPU berisi rangkaian sirkuit yang menyimpan instruksi-instruksi pemrosesan dan penyimpanan data.
2. Monitor
Merupakan alat yang mampu menampilkan teks maupun gambar dari data yang sedang diproses dalam CPU.
3. Keyboard
Keyboard merupakan alat untuk memasukkan data maupun perintah ke CPU, biasanya terdiri atas rangkaian huruf, angka, dan tombol fungsi lainnya.
4. Mouse
Mouse merupakan alat bantu untuk memberikan perintah dalam memproses data atau mengedit data.
5. Printer
Priter merupakan alat yang memproduksi keluaran data (output) berbentuk cetak, berupa teks maupun gambar/grafik.
6. CD ROM

Alat tambahan (alat peripheral) yang mampu menyimpan dan menuliskan data dan program melalui media CD (Compact Disk).Alat ini didesain mampu menuliskan dan membaca data atau program melalui sistem optik.
7. Compact Disk (CD)
Media penyimpanan yang terbuat dari bahan plastik.Proses penyimpanan dan pembacaan data menggunakan sistem optik.
8. Floppy Disk
Floppy disk merupakan alat tambahan untuk menyimpan atau menuliskan ke dalam disket maupun sebaliknya, ukuran yang umum digunakan adalah ukuran 3,5 inchi.
9. Hardddisk
Harddisk merupakan alat tambahan untuk menyimpan data dalam kapasitas besar yang dilapisi secara magnetis, saat ini perkembangan harddisk sangat cepat dari daya tampung dan kecepatan membaca data.Perlu kalian ketahui saat ini harddisk memang mutlak ada dalam setiap computer atau laptop sebagai penyimpan sistem operasi yang permanen.
10. Scanner
Scanner merupakan alat Bantu untuk memasukkan data berupa gambar atau grafik dan mengubahnya ke dalam bentuk digital sehingga dapat diproses dan digabungkan dengan bentuk data yang berupa teks.
Sedangkan Software / perangkat lunak, secara fisik tidak ada wujudnya. Maka tidak bisa kita sentuh, tidak bisa kita pegang. (Yang hanya bisa kita pegang hanya media penyimpannya saja, seperti disket,CD, dsb). Perangkat lunak memiliki fungsi tertentu juga, dan biasanya untuk mengaktifkan perangkat keras. Bisa juga dikatakan perangkat lunak bekerja di dalam perangkat keras. Contoh perangkat lunak: program akuntansi, program MS Office, dsb.
2. BRAINWARE & DATABASE
BRAINWARE
Brainware adalah manusia yang terlibat dalam mengoperasikan serta mengatur sistem di dalam komputer. Diartikan juga sebagai perangkat intelektual yang mengoperasikan dan mengeksplorasi kemampuan dari Hardware maupun Software.
Brainware termasuk bagian penting dari sebuah sistem komputer. Hardware tidak dapat bekerja tanpa adanya Software, sedangkan Software dan Hardware tidak dapat bekerja tanpa adanya Brainware. Jadi 3 komponen ini saling terkait dan saling membutuhkan.
Konsep Hardware – Software – Brainware adalah merupakan konsep Tri Tunggal yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Untuk tahap pertama, manusia hasrus memasukkan program terlebih dahulu ke dalam komputer. Setelah program tersimpan di dalam komputer, maka komputer baru bisa bekerja untuk membantu manusia di dalam menyelesaikan persoalan ataupun pekerjaannya.
PEMAKAI
Pemakai terdiri dari pemakai awam (end user) dan administrator sistem:
End User Computing (UEC) adalah pengembangan seluruh atau sebagian sistem berbasis komputer oleh pemakai (user). EUC berkembang karena beberapa alasan yaitu meningkatnya pengetahuan tentang computer, antrian jasa informasi, perangkat keras yang murah, perangkat lunak.
Administrator system:
- Merancang dan melakukan instalasi hardware dan software
- Mendefinisikan dan megidentifikasikan atribut yang digunakan oleh user
- Melakukan dokumentasi konfigurasi sistem
- Menjaga tingkat keamanan instalasi komputer
- Melakukan tuning kinerja sistem komputer
- Meyakinkan infrastruktur dan jaringan komputer dalam keadaan baik
- Melakukan backup dan restore
DATABASE
· (Database) adalah sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasi untuk memenuhi kebutuhan pemakai untuk keperluan organisasi
3. TELECOMUNICATION
Jaringan computer dan komunikasi data, Informasi, Seiring dengan berkembangnya teknologi komputer yang memiliki kemampuan proses yang lebih cepat, maka muncul konsep SIM yang menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen disetiap area fungsional dan level aktivitasnya.
November 10, 2009 at 5:31 pm www.@seffy perdani.com
BAB IV
ANALISIS , DESAIN, & PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
a. DASAR-DASAR ANALISIS DESAIN & PENGENBANGAN SISTEM INFORMASI
Analisa system
l Definisikan Tujuan dan manfaat sistem
– Tujuan : Sasaran yang akan dicapai dari sistem ini.
– Manfaat : Hal yang terjadi bila tujuan tercapai
l Contoh : Sisten Administrasi Hotel (SiAtel)
– Tujuan : Untuk membangun sistem pengelolaan administrasi hotel mulai dari tamu ceck in sampai dengan ceck out, termasuk perhitungan penggunaan fasilitasnya
l Contoh : Sisten Administrasi Hotel (SiAtel)
– Tujuan : Untuk membangun sistem pengelolaan administrasi hotel mulai dari tamu ceck in sampai dengan ceck out, termasuk perhitungan penggunaan fasilitasnya
Manfaat : Memberi kemudahan untuk tamu, reseptionis dan pengelola fasilitas
l Penentuan Elemen :
– Inventarisir semua elemen yang terlibat
– Jelaskan interaksi yang terjadi atar elemen dengan sistem.
– Contoh :
l Elemen à Tamu hotel
l Interaksi à Memberikan data (pribadi, pilihan kamar)
l Hubungkan Elemen yang ada dengan tujuan sistem
– Bila berpengaruh terhadap pencapaian tujuan maka termasuk internal sistem (sistem)
– Bila tidak berpengaruh : eksternal sistem à disebut eksternal entity
Analisis dan Desain
§ Analisis dan desain sistem merupakan pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi permasalahan, kesempatan dan objek; menganalisis arus informasi dalam organisasi; dan mendesain sistem informasi terkomputerisasi untuk memberi solusi atas permasalahan.
§ Analis sistem bertindak sebagai
§ Konsultan bisnis
§ Mendukung pakar dalam bisnis
§ Agen perubah
§ Analis merupakan pemberi solusi , dibutuhkan keahlian komunikasi
§ Analis harus mengetahui etika antara user dan pelanggan/kustomer
Siklus Hidup Pengembangan sistem
Terdiri dari 7 Fase
Fase 1
- Identifikasi
- Masalah
- Kesempatan/ Opportunities
- Objectives
- Personnel yang terlibat
- Analis
- User management
- Systems management
Fase 2
- Mendapatkan kebutuhan informasi
- Wawancara manajemen, operations personnel
- Dokumen2 yang digunakan
- Kuisoner pengguna
- Observasi sistem dan personel yang terlibat
- Belajar siapa, apa, dimana, kapan dan bagaimana dan mengapa terjadi pada setiap fase
- Personnel yang terlibat
- Analis
- User management
- User operations workers
- Systems management
Fase 3
- Menganalisa sistem membutuhkan
- Buat diagram alir data
- Dokumen logika prosedural untuk pemrosesan diagram alir data
- Buat Kamus data
- Buat keputusan semi terstruktur
- Mempersiapkan dan presentasi sistem proposal
- Merekomendasikan solusi optimal pada manajemen
- Personnel yang terlibat
- Analis
- User management
Systems management
Fase 4
- Mendesain sistem yang direkomendasikan
- Desain antarmuka user
- Desain output
- Desain input
- Desain kontrol sistem
- Desain file dan/atau basis data
- Program specifications (P-Spec)
- Pohon atau tabel keputusan
- Personnel yang terlibat
- Analis
- Desainer sistem
- User management
- User operations workers
- Systems management
Fase 5
- Mengembangkan dan mendokumentasikan perangkat lunak
- Desain program komputer menggunakan structure charts, Nassi-Schneiderman charts, dan pseudocode
- Walkthrough program design
- Buat program komputer
- Dokumen perangkat lunak dengan file bantuan, manual prosedur, dan situs web
- Personnel yang terlibat
- Analis
- System designer
- Programmers
- Systems management
Fase 6
- Testing dan maintain sistem
- Test dan debug program komputer
- Test sistem komputer
- Keseluruhan sistem
- Personnel yang terlibat
- Analis
- System designer
- Programmers
- Systems management
Fase 7
- Implementasi dan evaluasi sistem
- Perencanaan
- User yang terlatih
- Purchase dan instal peralatan baru
- Konvert file
- Instal system
- Review dan evaluasi sistem
- Personnel yang terlibat
- Analis
- System designer
- Programmers
- User management
- User operations workers
- Systems management
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.
1. Tim Pengembangan Sistem
Pengembangan sistem tentunya harus didukung oleh personalpersonal yang kompeten di bidangnya. Suatu Tim biasanya terdiri dari :
1. Manajer Analis Sistem
2. Ketua Analis Sistem
3. Analis Sistem Senior
4. Analis Sistem Junior
5. Pemrogram Aplikasi Senior
6. Pemrogram Aplikasi Junior
Jumlah personil Tim di atas diperlukan apabila sistem yang akan dikembangkan cukup besar. Apabila sistem yang akan dikembangkan kecil, maka personilnya dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan.
2. Perlunya Pengembangan Sistem
Sistem lama yang perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal :
1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di system yang lama.
Permasalahan yang timbul dapat berupa :
· Ketidakberesan sistem yang lama Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
· Pertumbuhan organisasi Kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen.
2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan
Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatankesempatan dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen.
3. Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah
Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksiinstruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah
METODE PENDEKATAN TAHAPAN & LANGKAH PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
System Development Life Cycle (SDLC)
SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi.
Langkah yang digunakan meliputi :
- Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
- Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
- Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
- Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
- Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
- Merancang sistem informasi baru
- Membangun sistem informasi baru
- Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
- Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan
System Development Lyfe Cycle (SDLC) adalah keseluruhan proses dalam membangun sistem melalui beberapa langkah. Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid, prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize.
Dengan siklus SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan pada sistem yang besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda.
Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam langkah. Jumlah langkah SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Langkah tersebut, yaitu :
Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam langkah. Jumlah langkah SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Langkah tersebut, yaitu :
- Analisis sistem, yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan
- Spesifikasi kebutuhan sistem, yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem
- Perancangan sistem, yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi
- Pengembangan sistem, yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang diperlukan
- Pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat
- Implementasi dan pemeliharaan sistem, yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah dibuat
Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang, kadang-kadang bersama expert user, terutama dalam langkah spesifikasi kebutuhan dan perancangan sistem untuk memastikan bahwa langkah telah dikerjakan dengan benar dan sesuai harapan. Jika tidak maka langkah tersebut perlu diulangi lagi atau kembali ke langkah sebelumnya.
Perancangan sistem
Menurut Jogiyanto. HM,(1991), dalam bukunya Analisis Dan Disain Sistem, Perancangan sistem dapat diartikan sebagai berikut :
1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem
2. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional
3. Persipan untuk rancang bangun implementasi
5. Yang dapat berupa penggambaran perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
6. Termasuk menyangkut mengkonfigurasi dari komponen perangkat keras dari suatu sistem.
Adapun langkah-langkah dalam perancangan sistem meliputi :
Adapun langkah-langkah dalam perancangan sistem meliputi :
1. Physical System
Physical system berupa bagan alir sistem ( System Flowchart ) ataupun bagan alir dokumen ( Document Flowchart ).
2. Logical Model
Logical Model dapat digambarkan dengan menggunakan diagram arus data atau ( DFD ). DFD digunakan untuk menggunakan sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika.
BAB V
ALAT BANTU & PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI
KOMPUTER SEBAGAIALAT BANTU PADA SISTEM INFORMASI
HARDWARE
Komponen Pokok Hardware Komputer :
1. Input
2. Pemrosesan (CPU)
3. Penyimpanan
4. Output
OUPUT DEVICE
Peralatan yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil pemrosesan ataupun pengolahan data yang berasal dari CPU kedalam suatu media yang dapat dibaca oleh manusia ataupun dapat digunakan untuk penyimpanan data hasil proses. Ouput yang dihasilkan dari pengolahan data dapat digolongkan ke dalam 3 bentuk : tulisan, image, suara
Alat keluaran berbentuk :
- hard copy device
- soft copy device
Sistem Pengamanan (security)
Merupakan kebijakan, prosedur, dan pengukuran teknis yang digunakan untuk mencegah akses yang tidak sah, perubahan program, pencurian, atau kerusakan fisik terhadap sistem informasi. Sistem pengamanan terhadap teknologi informasi dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknik-teknik dan peralatan-peralatan untuk mengamankan perangkat keras dan lunak komputer, jaringan komunikasi, dan data.
Tujuan Keamanan Sistem Informasi.
Keamanan sistem mengacu pada perlindungan terhadap semua sumberdaya informasi organisasi dari ancaman oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. Institusi/organisasi menerapkan suatu program keamanan sistem yang efektif dengan mengidentifikasi berbagai kelemahan dan kemudian menerapkan perlawanan dan perlindungan yang diperlukan. Keamanan sistem dimaksudkan untuk mencapai tiga tujuan utama yaitu; kerahasiaan, ketersediaan dan integritas.
· Kerahasian. Setiap organisasi berusaha melindungi data dan informasinya dari pengungkapan kepada pihak-pihak yang tidak berwenang.
· Ketersediaan. Sistem dimaksudkan untuk selalu siap menyediakan data dan informasi bagi mereka yang berwenang untuk menggunakannya. Tujuan ini penting khususnya bagi sistem yang berorientasi informasi seperti SIM, DSS dan sistem pakar (ES).
· Integritas. Semua sistem dan subsistem yang dibangun harus mampu memberikan gambaran yang lengkap dan akurat dari sistem fisik yang diwakilinya.
BAB VI
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DALAM BERORIENTASI TEKNOLOGI INFORMASI
Perancangan sistem informasi berbasis teknologi informasi haruslah bertolak dari tersedianya sumber daya manusia dan sikap serta perilaku manusia itu sendiri untuk memanfaatkan data yang telah diolah dalam suatu sistem menjadi informasi dalam pengambilan keputusan.
Sejalan dengan pemikiran itu, maka sistem informasi manajemen adalah suatu sistem yang dirancang secara terintergrasi untuk menyajikan informasi guna mendukung area kunci dalam fungsi dan struktur dengan menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lu-nak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan dan sebuah “data base”.Sejalan dengan pemikiran yang diutarakan diatas, maka perancangan sistem informasi manajemen dengan pendekatan sistem dapat digambarkan dan djelaskan sebagai berikut :
Teknologi informasi, sebagai teknologi pengadaan, pengolahan, penyimpanan dan penyebaran berbagai jenis informasi dengan memanfaatkan komputer dan telekomunikasi, yang lahir karena ada-nya dorongan-dorongan kuat untuk menciptakan teknologi baru yang dapat mengatasi kelambatan manusia mengolah informasi.
Teknologi web, merupakan sistem informasi dan komunikasi hypertext, yang sangat populer dipakai di jaringan internet, dengan komunikasi data yang sesuai dengan model client / server. Web client (browser) dapat menakses multiprotokol dan informasi hypermedia dengan menggunakan alamat-alamat.
Atau dengan kalimat lain bahwa teknologi web berarti kumpulan semua sumber atau informasi yang dihubungkan dengan hyperlinks yang dapat diakses, ditransfer atau dieksekusi secara remote dari mana saja dalam internet melalui server HTTP (hypertext transfer protocol) oleh klien HTTP menggunakan HTTP sebagai protocol utama.
Aplikasi internet (INTERNATIONAL NETWORK), merupakan suatu jaringan komunikasi tanpa batas yang melibatkan jutaan komputer pribadi yang tersebar di seluruh dunia. Dengan menggunakan protokol Transmission Control Protocol / Internet Protocol (TCP /IP dan didukung media komunikasi.
Aplikasi jenis layanan jaringan internet adalah E-Mail ; Chatting (internet relay chat) ; USENET ; Newsgroup ; FTP (file transfer protocol) ; Telnet ; BBS (bulletin board service) ; WWW (layanan multimedia) ; Internet telephony ; Internet Fax Sistem informasi manajemen , suatu sistem yang dirancang secara menyeluruh dengan menggabungkan subsistem yang penerapannya layak dan efektif untuk memecahkan hal-hal yang terkait dalam perfekstif, posisi dan performance secara terpadu dengan “data base berbasis Web dan non web”
BAB VII
DATA PROCECING SISTEM
Aplikasi system informasi, manajemen informasi system, destination sample system
Sistem Informasi Manajemen
Oleh Faisal Akib dalam bloggernya
Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah sistem yang menyediakan informasi untuk kebutuhan pimpinan tingkat menengah (manajer), baik pada unit-unit kerja maupun pada sub-unit dalam lingkungan organisasi. SIM menggunakan data dari sistem pengolahan transaksi bersama dengan data lainnya, untuk diolah menjadi laporan tertentu. Sistem Informasi Manajemen (SIM) sering juga disebut sebagai Management Reporting System (MRS) atau sistem pelaporan manajeman, karena sistem ini menghasilkan berbagai macam laporan untuk kepentingan manajemen, terutama tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan, pengontrolan, dan pengembangan organisasi.
Beberapa karakteristik utama dari SIM adalah:
- Beroperasi pada tugas-tugas yang terstruktur, dimana prosedur, pengambilan keputusan, arus informasi, format laporan dsb, sudah terdefinisi.
- Bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya.
- Menyediakan laporan untuk keperluan pengambilan keputusan
- Mempermudah akses informasi untuk keperluan manajemen
Pada organisasi yang telah mapan SIM biasa ditemukan dalam bentuk sistem informasi fungsional seperti: Sistem Informasi Personalia, Sistem Informasi Persediaan, Sistem Informasi Manufaktur, Sistem Informasi Keuangan, Sistem Informasi Pemasaran, dan berbagai sistem informasi lainnya sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap unit kerja dalam lingkungan organisasi. Namun yang perlu ditekankan adalah sistem-sistem fungsional ini jangan sampai menjadi sistem yang ter-isolasi, berdiri sendiri, tanpa ada koneksi dengan sistem lainnya, karena sistem-sistem tersebut harus ber-sinergi dalam penyediaan informasi untuk kebutuhan manajemen organisasi.
Model umum sistem informasi fungsional dapat digambarkan sebagai berikut:
Model Sistem Informasi Fungsional
Data operasional sehari-hari dikumpulkan oleh sistem pengolahan transaksi (TPS) dan menjadi sumber data utama dari sistem informasi fungsional, data ini menjadi bagian utama dari basis-data untuk SIM. Sumber data yang lain bisa bersumber pada sistem riset yang melakukan penelitian tentang berbagai hal yang berkaitan dengan organisasi, misalnya pada sistem informasi pemasaran maka sistem riset-nya biasa-nya penelitian tentang pasar, tentang penduduk, tentang produk yang dipasarkan, dsb. Data hasil riset digunakan sebagai bagian basis-data yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas atau memperbaiki kinerja. Data yang bersumber dari luar organisasi dapat dijadikan sebagai data tambahan untuk melengkapi kebutuhan informasi para pemakai. Data-base kemudian di-olah menjadi informasi oleh sub-sistem dalam organisasi sesuai dengan keperluan sub-unit kerja-nya.
Ada empat kategori laporan yang biasanya disediakan oleh SIM, yaitu laporan:
- periodik (periodical)
- insidentil (incidential)
- pengecualian (exceptional)
- perbandingan (comparable)
Laporan periodik adalah laporan yang formatnya telah ditetapkan terlebih dahulu, dan dihasilkan oleh SIM secara periodik, misalnya daftar gaji setiap bulan, laporan perkembangan setiap triwulan, laporan akhir tahun, dsb.
Laporan insidentil adalah laporan yang sewaktu-waktu diminta oleh manajemen, biasa juga disebut sebagai demand report atau ad-hoc report, formatnya ditentukan pada saat diperlukan, biasanya terjadi ketika rapat pimpinan memerlukan data penting. Suatu SIM yang baik harus bisa merespons dengan cepat laporan insidentil, bila tidak mampu maka SIM ini harus dibangun ulang.
Laporan pengecualian adalah laporan yang hanya muncul pada saat terjadi sesuatu yang luarbiasa atau tidak normal dalam organisasi, misalnya ketika terjadi kerugian yang sangat besar, atau ketika terjadi keuntungan yang sangat besar, dan sebagainya. Ketika pemesanan barang melampaui batas toleransi misalnya satu minggu, maka jenis barang yang terlambat ini perlu dilaporkan agar bisa diambil tindakan lebih lanjut
Laporan perbandingan adalah laporan yang menunjukkan perbandingan antara dua atau lebih dari dua informasi yang serupa untuk bisa dibandingkan, misalnya perbandingan antara penjualan barang triwulan pertama dan triwulan kedua, sehingga dapat dilakukan suatu tindakan apabila ternyata ada penurunan.
Berikut ini adalah model dari Sistem Informasi Pemasaran, salah satu bentuk Sistem Informasi Manajemen.
Model Sistem Informasi Pemasaran
destination sample system
Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti, dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri. Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati.Ukuran dan keragaman sampel menjadi penentu baik tidaknya sampel yang diambil. Terdapat dua cara pengambilan sampel, yaitu secara acak (random)/probabilita dan tidak acak (non-random)/non-probabilita
Finish












Tidak ada komentar:
Posting Komentar